Desa Sojomerto Sebagai Pusat Pemerintahan Militer Kendal

JATENG

Desa Sojomerto Sebagai Pusat Pemerintahan Militer

Pemerintahan sipil maupun militer Kendal dipersiapkan untuk segera memasuki kota, untuk tempat persiapan tersebut dipilih lokasi di rumah seorang lurah desa Sojomerto Kecamatan Gemuh bernama Kusen.
Karena dianggap pejabat Bupati Kendal kosong maka pemerintah pusat mengangkat Bupati baru bernama Raden Prayitno Partodijoyo mantan patih Pekalongan.
Bupati baru menginstruksikan kepada Patih Kartowikromo agar pemerintah RI Kendal segera mendekati kota.
Tanggal 15 Desember 1949 Pemerintahan sipil dan Militer kendal telah memasuki beberapa kota vital, namun saat itu terjadi “Dobbel Bestuur” atau Dualisme pemerintahan dimana ada dua pemerintahan yaitu pemerintahan Belanda dan Republik Indonesia.
L. Pemerintahan RIS Kabupaten Kendal
Tanggal 29 Desember 1949 Residen Semarang, Raden Milono menyaksikan serah terima dari Recomba/Pemerintahan Belanda kepada Para Pejabat Republik Indonesia Serikat/RIS Kabupaten Kendal,secara bertahap kawedanan demi kawedanan sehingga lengkap seluruh daerah berada dalam kekuasaan Indonesia.
Pada waktu terjadi penyerahan kekuasaan, yang ditunjuk menerima kekuasaan adalah dari pemerintahan Recomba kepada RIS adalah perwira dari kesatuan Kuda Putih Letnan Samsuharto, kemudian Letnan Jabadun menerima penyerahan pemerintahan didaerah Kendal kota, Kapten Bagiyo menerima penyerahan di Boja, Letnan Surowo menerima penyerahan di Weleri, serta Letnan Satu Ciptono menerima pemerintahan di Plantungan.
Tamat sudah kekuasaan Belanda yang sekian lama menduduki Kendal, pergantian kekuasaan ini berlangsung damai.
M. Dinamika Kemiliteran Kendal Pasca Kemerdekaan
Pemerintahan Kabupaten Kendal yang dipimpin Bupati Raden Prayitno Partodijoyo segera melakukan konsolidasi, seluruh aparatur mulai dari Wedono sampai Lurah segera menjalankan tugasnya, demikian juga dengan pemerintahan militernya, Kapten Sudarmaji yang ditunjuk menjadi Komandan Distrik Militer/K.D.M, sejak tahun 1948 telah diganti oleh Kapten Suwandi pada pertengahan tahun 1949, Pada tanggal 25 Desember 1949 S.T.M. ( Sub Teritorial Militer) Karesidenan Semarang Pati dipimpin oleh Dr. Azis Saleh menempatkan Kapten Sumarso sebagai komandan K.D.M , di masa itu untuk melaksanakan pemerintahan militer di tiap kecamatan dibentuk PMKT singkatan dari Pemerintahan Militer KeTjamatan, saat itu PMKT dibentuk 12 Kecamatan dengan beranggotakan 2 atau 3 orang, sedangkan 5 Kawedanan beranggotan 2 sampai 4 orang dan unsur staf terdiri dari sekretaris yang dijabat oleh Letda Sudibyo dan perlengkapan dijabat oleh Sersan Edy Widjaya. namun tak lama kemudian sekitar tahun 1950 sebutan KDM berubah menjadi PDM ( Perwira Distrik Militer}, sementara PMKT berubah menjadi PTKT yaitu Pemerintahan Teritorial KeTjamatan. Beberapa tahun kemudian Seiring perjalanan sejarahnya PDM sempat berganti menjadi PODM ( Perwira Oender District Militer) sementara PMKT diubah menjadi BODM ( Bintara Oender District Militer), perkembangan jaman membuat istilah yang berbau Belanda menjadi diras kurang mengandung nilai nasionalisme, nama PODM berubah menjadi Puterpra ( Perwira Urusan Teritorial Perlawanan Rakyat} dan BODM menjadi Buterpra ( Bintara Urusan Teritorial Perlawanan Rakyat}, Seluruh elemen dirasakan cukup mantap dan stabil walaupun awalnya ada sebutan “Ko” bagi yang pernah mengabdi pada Belanda dan “Non” bagi yang tidak bergabung dengan Belanda namun berangsur sebutan itu hilang dan semua satu barisan dalam mengabdi pada Indonesia.stabilitas pertahanan dan keamanan membuat organisasi kemiliteran di Indonesia berkembang pesat, mengikuti laju perkembangan itu akhirnya sebutan Puterpra diganti menjadi Komando Distirk Militer (Kodim) dan Buterpra berubah menjadi Komando Rayon Militer (Koramil) , Tepatnya ditahun 1961 Korem Semarang Pati yang mempunyai daerah kekuasaan Karesidenan Semarang dan Pati berkedudukan di Salatiga dengan kode Nomer 73 yang membawahi 9 Kodim termasuk Kodim Kendal dengan kode Nomer 0715 berkedudukan di Kendal.

Sumber : http://aryowidiyanto.blogspot.com/2010/10/sejarah-kemiliteran-kabupaten-kendal.html

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan