PRIMADONA TEMBAKAU KALIKORO

Tembakau adalah hasil bumi yang diproses dari daun tanaman yang juga dinamai sama. Tanaman tembakau terutama adalah Nicotiana tabacum dan Nicotiana rustica, meskipun beberapa anggota Nicotiana lainnya juga dipakai dalam tingkat sangat terbatas.

Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau “hiburan”, yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat .

Tembakau srumpung atau sebutan masyarakat setempat ( mbako kalikoro ) menjadi primadona tanaman di musim kemarau oleh masyarakat di Desa Sojomerto. Karena tanaman ini bisa bertahan di musim kemarau yang notabene sawah tidak terairi air, karena di musim kemarau inilah debit sungai blukar menyusut sehingga masyarakat cenderung menanam komoditi tersebut.

Harga dari petikan awal atau daun paling bawah (samparan) dihargai Rp. 200.000,00 sampai dengan Rp. 250.000,00. untuk kedua, ketiga dan keempat bisa mencapai Rp. 500.000,00 per kuintal.

Tembakau tersebut untuk daun yang bawah biasanya dibeli oleh tengkulak dari Kabupaten Temanggung sebagai campuran rajangan disana. akan tetapi untuk daun tengah sampai atas biasa masyarakat dirajang sendiri karena bobot (rendaman) dan biaya produksi sudah sesuai dengan harapan petani.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan